Jagadonlinenews-Lampung Selatan
Tim Monitoring Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) Tahun Anggaran 2026 melakukan peninjauan di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan guna memastikan kwalitas hasil pekerjaan pembangunan sesuai dengan perencanaan dan ketentuan teknis yang berlaku. Kamis (15/10/2026).
Tim dipimpin Haris Pujogiri bersama Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Provinsi Lampung, Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (DJCK PU).
Rahmi Sony, Kepala Bidang Permukiman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Lampung Selatan.
Rombongan disambut Kepala Desa Bangun Rejo, Rohgiyanto, Kepala Desa Sri Pendowo, Artaji, Kelompok Masyarakat (Pokmas) KAD Mekar Jaya, serta Fasilitator Masyarakat (FM).
Tim melakukan pemeriksaan langsung terhadap volume pekerjaan, ketebalan 15 CM, lebar 3,5 M dan panjang jalan pada ruas STA 0+000 hingga STA 0+671,92.
Pemeriksaan juga mencakup kondisi struktur tanah, penggunaan mesin molen untuk pengecoran, kualitas air, takaran material, pemasangan bekisting, serta kelengkapan laporan administrasi kegiatan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat (IBM) melalui Program PISEW berjalan sesuai perencanaan teknis dan standar pekerjaan yang dipersyaratkan.
Dari data pelaksanaan di lapangan, pengecoran jalan beton sepanjang 671,92 meter hampir mencapai progres finising.
Hanya masih terdapat tahapan penyempurnaan akhir berupa curing atau perawatan beton, grooving atau pembuatan alur permukaan, serta joint sealant untuk mengisi celah sambungan beton.
Usai melakukan pemeriksaan menyeluruh, tim monitoring memberikan apresiasi terhadap hasil pekerjaan Pokmas KAD Mekar Jaya. Hasil pekerjaan dinilai baik, pelaksanaannya tertib, dan proses pembangunan melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat.
Kepala Desa Bangun Rejo, Rohgiyanto, menyambut baik kunjungan tim monitoring. Ia berharap Program PISEW dapat kembali hadir pada 2027 agar pembangunan jalan bisa dilanjutkan hingga tersambung dengan Desa Sri Pendowo.
Menurutnya, keberadaan jalan tersebut memiliki peran penting bagi masyarakat. Selain menjadi akses menuju lahan pertanian, jalan itu juga mendukung mobilitas warga menuju sekolah, Puskesmas Kecamatan Ketapang, pusat pemerintahan, dan Pasar Sri Pendowo.
“Harapan kami, pada tahun 2027 Program PISEW dapat kembali hadir sehingga pembangunan jalan ini bisa dilanjutkan dan tersambung dengan Desa Sri Pendowo. Jalan ini sangat dibutuhkan masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari, termasuk akses pertanian,” ungkap Rohgiyanto.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada tim monitoring, Dinas Perkim Lampung Selatan, serta Pokmas KAD Mekar Jaya atas kontribusi mereka dalam pembangunan infrastruktur yang diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dilokasi yang sama, Ketua Pokmas KAD Mekar Jaya, Dalbari, turut menyambut positif kunjungan tim monitoring. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan pembangunan tidak terlepas dari kerja sama antara kelompok masyarakat, pemerintah desa, dan unsur terkait.
“Alhamdulillah, pembangunan di wilayah kami sudah selesai dikerjakan dengan baik. Desa Bangun Rejo dan sekitarnya bahkan dijadikan lokasi percontohan pelaksanaan PISEW se-Provinsi Lampung,” ucapnya
Apresiasi terhadap hasil pekerjaan di Bangun Rejo menjadi catatan positif bagi pelaksanaan Program PISEW 2026 Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan.
Dengan selesainya pengecoran jalan sepanjang 673,39 meter dan penyelesaian tahapan akhir yang masih diperlukan, masyarakat berharap infrastruktur berlanjut sehingga dapat memperlancar akses pertanian, pendidikan, pelayanan kesehatan, pasar, serta pusat pemerintahan. (Red)










