Beranda / Lampung Selatan / Event Ruwat Laut Nelayan Ketapang Digelar, Daya Tariknya Diharapkan Jadi Magnet Bagi Wisatawan dan Pariwisata Lamsel

Event Ruwat Laut Nelayan Ketapang Digelar, Daya Tariknya Diharapkan Jadi Magnet Bagi Wisatawan dan Pariwisata Lamsel

Jagadonlinenews-Ketapang Lampung Selatan 

Sepoy angin timur dan deburan ombak laut menjadi saksi sebuah tradisi nelayan yang populer di sebut “Ruwat Laut” digelar oleh seluruh warga nelayan desa Ketapang Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung.

Kegiatan di pusatkan di lapangan bola Dusun 01 Ujung Cemara Desa Ketapang Jum’at (21/8/2026).

Tasyakuran Ruwat Laut tersebut merupakan tradisi per tiga tahun sekali bagi masyarakat nelayan setempat.

Tujuan digelarnya tradisi itu antaralain : Sebagai bentuk ungkapan rasa syukur, berterima kasih kepada Allah Subhanahuataala ( Tuhan Yang Maha Esa ) atas kelimpahan hasil laut.

Memohon Keselamatan: Berdoa agar para nelayan diberi keselamatan dari cuaca buruk dan marabahaya saat melaut.

Pelestarian Budaya: Menjaga tradisi leluhur agar tidak punah ditelan zaman.

Mempererat Silaturahmi: Menyatukan seluruh elemen masyarakat, nelayan.

Sebagai Potensi Wisata: Menarik wisatawan lokal maupun asing untuk meningkatkan ekonomi warga sebagai mana tujuan Pemerintah Daerah Lamsel dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Lampung Selatan di bawah komando Bupati Radityo Egi Pratama dan jajaran.

Ketua panitia pelaksana kegiatan, Komar di dampingi Kepala Dusun 01 Asmawati dan beberapa nelayan mengatakan, bahwa di gelarnya Tasyakuran Ruat Laut tersebut merupakan dorongan dari para nelayan, harus segera melakukan Tasyakuran Ruwat Laut, mengingat sudah masuk tahun ketiga dari acara Tasyakuran Ruwat Laut sebelumnya (per tiga tahun sekali).

Rangkaian acara Ruwat Laut (Tradisional & Edukatif) dilaksanakan selama dua hari agar prosesi budaya dan pesta rakyat berjalan optimal.

Hari 1: Persiapan pukul 13.00 wib– 15.00 wib dan Pembuatan Tumpeng.

Pukul 16.00 wib – 17.30: Istighosah, doa bersama, dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an 

Pukul 19.30 hingga selesai: Pagelaran kesenian hiburan, dan di lanjutkan dengan istilah “Ngidung”  yang di mainkan oleh dalang wayang Golek.

Ketua panitia Komar di dampingi Kepala Dusun 01 Asmawati dan beberapa nelayan mengatakan, bahwa di gelarnya Tasyakuran Ruat Laut tersebut merupakan dorongan dari para nelayan, harus segera melakukan Tasyakuran Ruwat Laut per tiga tahun sekali.

“Acara ini terselenggara murni dorongan dari seluruh warga masyarakat nelayan kita dengan anggaran secara swadaya dan di bantu para pembina nelayan serta donatur donatur yang peduli dengan kegiatan nelayan, kepala desa hanya mengetahui”. Terang Komar di lokasi saat pertunjukan wayang golek di gelar.

Acara tersebut dihadiri Kepala Desa Ketapang dan jajaran, Babinsa Koramil 421-03/pnh, Bhabinkamtibmas Polsek Penengahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda serta warga masyarakat desa ketapang dan pengunjung dari luar desa Ketapang yang hadir antusias menyaksikan jalannya acara hingga larut malam.

Sementara, acara inti akan di gelar pada keesokan harinya Minggu (23/8/2026) yaitu Pelarungan (kepala Kerbau atau Kambing) ke tengah laut oleh seluruh nelayan dengan menggunakan kapal motor yang telah dihias seindah mungkin dengan bendera dan umbul umbul.

Ketua panitia pelaksana mengatakan, rencananya acara inti akan dihadiri sejumlah tokoh penting dari provinsi Lampung yaitu Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, Ketua Karang Taruna Lampung, Wahrul Fauzi Silalahi dan sejumlah tokoh dari Kabupaten Lampung Selatan. (Red)

Tag: