JAGADONLINENEWS.COM
Roda pembangunan infrastruktur di desa desa melambat bahkan banyak terhenti ditengah efisiensi yang diterapkan pemerintah.
Sementara masyarakat menuntut adanya pembangunan yang telah di prioritaskan sebelumnya.
Keadaan demikian membuat pemerintah desa dengan segala daya dan upaya bergerak bagaimana aspirasi masyarakat dapat terealisasi sesuai harapan.
Pemerintah Desa Bandar Agung Kecamatan Sragi Kabupaten Lampung Selatan bergerak melaksanakan di tahun 2026 bergerak melaksanakan pembangunan infrastruktur jalan Rabat Beton dengan sumber APBDes dana desa tahun 2026.
Titik lokasi pembangunan di laksanakan di dusun Bunut Tengah dengan volume Panjang = 150 meter, Lebar = 3 meter Tinggi = 0.15 meter dengan anggaran sebesar Rp 113.307.600.
Pekerjaan dilakukan dengan swadaya Gotong-royong warga setempat dan di bantu juga dengan Babinsa setempat.
Kepala Dusun Bunut Tengah Samsul mewakili warganya menyampaikan bawah pembangunan tersebut berdasarkan plang nama hanya P 150 meter, namun karena dipandang ukurannya tidak mencukupi dengan lokasi panjang jalan. Maka Pemerintah Desa di bawah kepemimpinan Kades Safriadi menambah rabat beton tersebut total volume 221 meter dari luar anggaran yang tertera di plang bener pekerjaan.
Dengan kebijakan Kepala Desa tersebut masyarakat desa Bandar Agung yang diwakili Kepala Dusun Syamsul menyampaikan terimakasih kepada kepala Desa Syafriadi.
“Kami masyarakat berterimakasih banyak kepada pemerintah mulai dari Pemerintah Desa dalam hak ini bapak Kepala Desa, sampai pemerintah Pusat. Memang jalan ini sudah lama diharapkan di prioritaskan untuk di bangun sebagai akses vital masyarakat”. Ucap Kadus Samsul. Selasa (15/9/2026).
Dilokasi yang sama, Kepala Desa Bandar Agung Safriadi menerangkan dengan kebijakan pemerintah di desa Bandar Agung dengan keadaan efisiensi, pemerintahannya masih mengalokasikan 40 persen untuk pembangunan.
“Maka kita sampaikan dengan warga, kalau mengikuti anggaran hanya 150 meter, namun karena kebersamaan dan ke Gotong-royongan kita dapat menyelesaikan pembangunan jalan ini sepanjang 221 meter”. Terang Safriadi.
Ia menambahkan bahwa pembangunan pemerintah juga tidak bisa dilakukan sendiri, harus bareng bareng dengan melibatkan masyarakat ditengah efisiensi yang terjadi saat ini, yang mana 63 persen anggaran di pangkas untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih ( KDMP ).
“Meskipun ada kebijakan efisiensi, namun kita upayakan setiap tahun ada pembangunan yang masuk skala prioritas utama secara bertahap dan berkelanjutan”. Ujarnya.
Dalam kesempatan itu pihaknya selaku Kepala Desa menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk menjaga jalan tersebut bersama sama agar pemanfaatannya dapat dirasakan lebih lama.
“Kami dari Pemerintah desa tentu menyampaikan kepada masyarakat untuk ikut menjaga bangun jalan ini, agar pemanfaatannya dapat kita rasakan lebih lama. Karena kita dari pemerintah desa meskipun ditengah efisiensi masih mengupayakan pembanguan demi masyarakat desa, sekalilagi harapan kita jalan ini harus dirawat”. Pungkas kades Safriadi. (Red)










