Beranda / Adat Budaya / Lestarikan Budaya Lampung, 60 Mahasiswa Unila Ikuti Pelatihan Seni Khudat di Keratuan Darah Putih

Lestarikan Budaya Lampung, 60 Mahasiswa Unila Ikuti Pelatihan Seni Khudat di Keratuan Darah Putih

Jagadonlinenews-Lampung 

Kawasan bersejarah Keratuan Darah Putih menjadi saksi semangat pelestarian budaya generasi muda. 

Sebanyak 60 mahasiswi Program Studi Pendidikan Seni Tari Universitas Lampung (Unila) angkatan 2025 mengikuti kegiatan pelatihan khusus Seni Khudat dan Tari Kenui Melayang langsung di kompleks Lamban Balak ( Rumah Besar ) Keratuan Darah Putih peninggalan Pahlawan Nasional Radin Inten II di Desa Kuripan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung. Minggu (4/10/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari komitmen bersama untuk menjaga keaslian, marwah, dan keberlanjutan seni tradisi Lampung langsung dari sumber sejarahnya. 

Para mahasiswi tidak hanya mempelajari ragam gerak dan ritme secara teknis, tetapi juga mendalami nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam kedua seni warisan leluhur tersebut.

Perwakilan dari Keratuan Darah Putih, Yogha Pramana, selaku nara sumber dan merupakan keluarga Keratuan menyampaikan Salam hangat untuk para maha siswa / maha siswi Unila dari Dunungan Kepala Kehadatan Keratuan Darah Putih yaitu Gusti Putra Aji ( Raden Imba Kesuma Ratu V ) yang sedang tidak berada di Lamban Balak. 

Aden Yogha ( sapaan akrab ) Yogha Pramana ) juga menyampaikan rasa syukur dan apresiasi setinggi-tingginya atas antusiasme yang ditunjukkan oleh para akademisi muda UNILA.

“Kami menyampaikan rasa syukur yang mendalam dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas minat serta kepedulian yang luar biasa dari adik-adik mahasiswi Pendidikan Seni Tari Unila angkatan 2025. Keterlibatan aktif para calon pendidik dan praktisi seni ini adalah garansi bahwa seni tradisi kita berada di tangan yang tepat,” ujar Aden Yogha di lokasi kegiatan.

Ia menegaskan bahwa kebudayaan yang ada di Keratuan Darah Putih merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas daerah yang patut dibanggakan.

“Seni Khudat dan Tari Kenui Melayang bukan sekadar peninggalan sejarah masa lalu, melainkan sebuah Lampung treasure—harta karun kebudayaan yang bernilai tinggi, terus hidup, dan harus kita jaga bersama marwah serta keasliannya,” tambahnya.

Melalui pelatihan langsung di Keratuan Darah Putih ini, diharapkan pengetahuan dan penjiwaan seni yang didapat mampu memperkaya wawasan akademis para mahasiswi, sekaligus melahirkan generasi penerus yang bangga dan aktif dalam mengodekan serta melestarikan kebudayaan Lampung di masa depan. (Red)

​

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *